Selasa, 02 Maret 2010

Fenomena Jakmania (Supporter Persija) di Banten.

Membaca artikel “Jakmania Berbahasa Sunda” "KOMPAS ONLINE. Url : http://olahraga.kompas.com/read/2010/02/19/16582922/Jakmania.Berbahasa.Sunda", cukup bikin gue merinding, sebenarnya fenomena ini memang sudah ada cukup lama, hanya memang karena tidak ter-ekspose oleh media sehingga tidak banyak yang tahu. 
Gue juga sangat terharu atas perjuangan mereka untuk dapat datang langsung dalam menyaksikan pertandingan PERSIJA di Jakarta. Gue sangat salut atas kenekatan mereka, memaksa datang ke Jakarta walau harus mendapat teror dari oknum suporter Persita dan persikota.

Tekad adalah tekad tidak bisa di ganggu gugat, walau bahaya mengancam keselamatan mereka.
Terkadang gue sempat berfikir mungkin saja ini hanya fenomena sesaat. Tapi makin kesini gue melihat mereka benar-benar serius untuk mendukung PERSIJA. Kedekatan emosi Jakarta dan Banten yang membuat mereka menjatuhkan dukungan kepada team kebanggaan Ibukota.
Tidak sedikit mobilisasi warga Banten untuk mencari nafkah di Ibukota, lalu lalang mereka menapaki Ibukota. Mengingat letak geografis yang begitu dekat antara Jakarta (Barat) dengan Serang Timur sampai ke Rangkas Bitung (Kabupaten Lebak Banten).

Kereta api menjadi alat transfomasi massa yang efisien untuk menjangkau kedua Provinsi yang berdekatan. Mendengar pengakuan mereka pada artikel tersebut yang berbunyi ”kenapa harus dukung Persija?, bukankah ada persita atau persikota?”cukup membuat gue merinding dengan jawaban mereka.
Mereka mengakui,mendukung Persija hanya karena Orang tua mereka dari Jakarta atau mencari nafkah di Jakarta. Di sini kita bisa mengerti kenapa mereka begitu loyal terhadap Persija, intinya adalah TANGGUNG JAWAB MORAL mereka. Kita harus acungi dua jempol untuk itu.

Gue punya cerita atau contoh kecil dari fenomena Jakmania Banten.
Begini, gue punya istri aseli orang Banten (Serang Timur), karena istri orang sana dan mau ngga mau gue harus rutin pulang tiap minggu satu kali. Karena gue cari makan di Jakarta dan memang kebetulan kelahiran Jakarta walau dari etnis Sunda,tapi pendukung setia PERSIJA JAKARTA. Karena seringnya gue pulang ke Banten memakai atribut Persija rupanya mencuri perhatian adik ipar gue.Sampai dia minta atribut berupa kaos dan syal Persija dari gue.
Dia bilang malu sama yang lain kalau pergi nonton ke Jakarta (pertandingan Persija ) nggak pernah pakai atribut, wew...gue sempat kaget kalo dia nggak tahunya sering berangkat ke Jakarta untuk menonton pertandingan Persija, walaupun tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Dari sini gue penasaran,menanyakan lebih dalam ke dia (adik ipar) gue. Mereka kalau berangkat bergerombol dari kampung ke kampung kumpul dan berangkat bareng.
Biasanya mereka berangkat melalui Stasiun Citeras ,benar seperti apa yg di tulis pada artikel tersebut, tapi adik ipar gue bersama gerombolannya itu berangkat dari Stasiun Maja yang letaknya tidak kurang dari 5 kilometer dari rumah, setelah itu mereka berkumpul di Parung dan gabung dengan Jakmania Parung yang notabene kebanyakan anggota resmi. Jakmania Banten (Serang Timur hingga RangkasBitung) kebanyakan adalah Jak yang tidak terkordinir alias liar.

Tapi lepas daripada itu, satu yang harus kita acungi jempol adalah tekad dan semangat mereka untuk mendukung Persija. Harusnya Jakmania Ibukota yang sering dan hobi berkelahi bisa berkaca pada mereka. Mereka pulang dan pergi harus menghadapi resiko berat sampai dengan kematian. Mengapa kalian ( Jak Ibukota) hanya membuang tenaga dan arogansi kalian hanya untuk sebuah kesombongan daerah dan tempat tertentu. Mohon di hentikan semuanya.

Kembali kepada statemen awal gue. Sekarang malah gue semakin bangga , kenapa? Kalau pulang ke Serang Timur, dari mulai Cikupa Tangerang, Tigaraksa, Cisoka hingga Balaraja tidak sedikit gue jumpai orang memakai atribut Persija. Dari yang muda sampai yang bocah.
Gema Jakmania begitu harum disana,jadi tolong jangan kotori tindakan bodoh kalian yang di Ibukota yang berimplikasi kurang baik buat Jakmania di luar Jakarta.

Jakmania itu besar karena keterbukaannya menerima segala macam berbedaan. 
Tidak harus jadi orang Jakarta untuk dukung Persija dan tidak harus orang Betawi untuk jadi Jakmania.

“Tinggalkan ras,tinggalkan suku”
“Satu tekad dukung Persija”
“Dibawah bendera Jakmania”

Wassalam
doel_macan aka doel_OBR (OREN BANTEN RAYA)

Kronologis Pertemuan Jak Cirebon

SALAM HANGAT !!!

Awalnya saya sangat bangga, setelah pertama kali mengadakan acara TEMU MUKA sesama PENDUKUNG PERSIJA se-CIREBON berjalan sukses dan mendapatkan simpatik dari anak-anak muda dan warga sekitar Cirebon sehingga OREN-OREN mulai bermunculan dimana-mana, ditambah pedagang-pedagang kaki lima di kota Cirebon mulai banyak yang menjual kaos-kaos THE JAK. dan anak-anak muda inipun mulai terbiasa menggunakan kaos THE JAK dari yang hanya ikut-ikutan gaya, numpang keren, sampai yang benar -benar suka PERSIJA sehingga THE JAK CIREBON mulai di perhitungkan keberadaannya oleh pihak supporter lain yang tidak menyukai keberadaan THE JAK CIREBON, karena kebetulan di Cirebon juga ada salah satu kelompok supporter viking (supporter persib) yang memang sudah dikenal sebagai seteru THE JAK Maka, teror demi teror pun sering dialamatkan buat THEJAK CIREBON, baik teror kata-kata maupun teror fisik. yang membuat saya mulai gerah dengan tingkah laku anak-anak yang niat awal saya (ADA KARENA PERSIJA) ternyata malah di jadikan buat ajang aksi brutalisme, sehingga akhirnya saya berinisiatif untuk mengadakan rapat kembali untuk menyelesaikan masalah yang ada dan ditetapkan pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2010 untuk mengadakan acara tersebut. Namun sebelum acara dimulai, kebocoran sudah kemana-mana, bahkan sampai ke pihak viking yang ada di kota Cirebon.

Sebelumnya, hari Sabtu (27/2) saya menuju kota Udang Cirebon dengan Bus Luragung dari terminal Pulogadung dan sebelum ke Cirebon, saya sempatkan dulu untuk mampir ke salah satu kantong THE JAK yang ada di daerah Sukra (Indramayu) dan sayapun sempat berbincang dengan mereka (Asep Anjatan), saya cukup salut, ternyata dia sering nonton PERSIJA secara langsung ke Stadion, bahkan saya diberikan ole-oleh Kaos THE JAK INDRAMAYU dan sempat berfoto bersama di tempat tongkrongannya yang juga di cat warna Oren dengan tulisan "THE JAKMANIA", bahkan usaha bisnisnyapun dinamakan "ORANGE CELL".
Setelah itu saya pun berpamitan untuk segera menuju kampung halaman tercinta yang juga sudah ditunggu oleh rekan-rekan THE JAK INDRAMAYU lainnya.
Perjalanan berikutnya, saya menuju ke daerah Ujung Aris (Indramayu), disana saya sempat bertemu muka dengana anak-anak muda Pecinta Persija yang masih labil, sehingga saya harus memberikan wejangan dan nasehat-nasehat kepada mereka untuk menjadi Pecinta Persija yang baik namun tetap militan.

Tepat jam 4 sore, saya langsung meluncur ke Cirebon,dengan mengunakan bus menuju kota Cirebon dan setibanya disana, saya di sambut oleh rekan-rekan THE JAK CIREBON (Ristcool, Sony, Anjar, Deni, Ando, Nawaz, Adi, dan rekan-rekan lainnya). Keesokan harinya, rekan-rekan Jak Cirebon mulai bergegas ke tempat yg sudah di sediakan buat acara pertemuan yang berada disalah satu sekolah yang secara kebetulan berdampingan dengan Komplek TNI, sebelumnya saya sudah berpesan ke anak2, jangan ada yg menggunakan atribut dan merekapun menurut karena saya tidak mau nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat dari pagi tampak viking cirebon sudah mulai berkonvoi di sekitar daerah Cirebon untuk mencari keberadaan kami.
Saya tidak ingin mengecewakan warga sekitar dan pihak Sekolahan, karena warga sekitar dan pihak Sekolahan sudah mengizinkan tempatnya untuk dijadikan tempat acara pertemuan ini. Ada sekitar 20 orang yg hadir di tempat tersebut pada waktu itu.
Kami sempat melihat konvoi kendaraan bermotor,lengkap dengan atribut warna biru, berputar-putar dan meneriaki THE JAK dengan kata-kata yang provokatif dan apa yang kami duga terjadi, ada sekitar 3 motor masuk ke halaman sekolah dan mengejar anak-anak, allhamdulillah anak-anak semuanya selamat dan keadaan bisa diatasi.
Karena kami tidak enak dengan warga dan pihak sekolah, makanya saya berinisiatif memindahkan acara ini ke tempat yg lebih aman sehingga anak-anakpun bergegas meninggalkan tempat tersebut, anak-anak sempat meminta maaf kepada warga sekitar dan wargapun memakluminya.

Namun selang beberapa menit, konvoi kendaraan viking yang sudah pergi ternyata berputar balik lagi dan kembali mengejar anak-anak sehingga kembali terjadi keributan dan kali ini secara tidak diduga oleh kami, para warga dan pihak keamanan setempat menghalau kebringasan mereka dan menangkapi beberapa oknum viking yang menjadi otak di balik keributan ini seperti yang sudah diberitakan dibeberapa media televisi nasional dan akhirnya, kamipun langsung menuju tempat alternatif lainnya. Setelah Ba'da Dzuhur, saya pun membuka pembicaraan yang dihadiri oleh beberapa perwakilan THE JAK yang ada di daerah Cirebon dan sekitarnya ,bahkan ada juga dari Jak Indramayu yang tampak hadir pada pertemuan tersebut.
Pada pertemuan tersebut, saya memutuskan 3 poin yang telah disampaikan;

1.KTA
2.KOMUNITAS
3.SIKAP

1. KTA, saya serahkan ke anak-anak, mau mendaftar kemana yang penting ada orang yg bisa bertanggung jawab dan paling utama bisa nonton PERSIJA.

2. KOMUNITAS, anak-anak ada yang ingin THE JAK CIREBON berdiri jadi KORWIL, saya tidak menghalangi niat mereka, selagi itu yang terbaik bagi mereka, yang penting harus ada orang yg bisa bertanggung jawab dan orang itu harus benar-benar CINTA PERSIJA.

3. SIKAP, mungkin selama ini anak-anak THE JAK CIREBON selalu mendapat intimidasi dan teror yg berlebihan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan keberadaan THE JAK CIREBON, selama ini THE JAK CIREBON cukup sabar dan mengalah.
Saya tegaskan kepada anak-anak :
''DIAM ITU EMAS, DIAM BUKAN BERARTI TAKUT,
ADA SAATNYA KITA MENGALAH,
DAN ADA SAATNYA PULA KITA MELAWAN".

Acara pun ditutup dengan doa dan salam khas THE JAK CIREBON.
Terimakasih banyak buat yang hadir dan mau mengikuti arahan yang ada.
Terima kasih banyak buat ANGGOTA THE JAK CIREBON, yang sudah menampung saya dalam hal penginapan.
Terimakasih banyak buat warga sekitar yang sudah membantu kami.
Terimakasih banyak buat seseorang yang sudah memberikan support.
POKOKNYA SAYA HANYA BILANG TERIMA KASIH BANYAK.

THE JAKMANIA CIREBON
ADA KARENA PERSIJA
BUKAN BUAT LAINNYA
   

Note : Tulisan ini untuk menjelaskan kronologis pertemuan Jak Cirebon yang banyak ditanyakan oleh rekan-rekan Onliners akibat pemberitaan bentrok antar supporter yang diberitakan diberbagai media televisi dan cetak nasional. Penulis juga salah seorang aktivis di Jak Online (JO).

Senin, 01 Maret 2010

TRIK Facebook

Trik mengundang semua teman di facebook ke sebuah group atau halaman tanpa memilih satu persatu teman anda. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Anda harus menjadi anggota group atau menjadi penggemar dari suatu halaman
2. Setelah itu klik SUGGEST TO
FRIEND atau SARANKAN KE
TEMAN untuk bergabung di group atau halaman
3. Setelah daftar semua teman anda mucul semunya, masukkan Script
berikut ke kotak browser addresses
bar anda :

javascript:elms=document.getElementById
('friends').getElementsByTagName
('li');for(var fid in elms){if(typeof elms
[fid] === 'object'){fs.click(elms[fid]);}}

4. kemudian paste script di atas di browser addresses bar dan tekan enter,
5. periksa baik baik apakah semua teman anda telah tertandai semuanya
6. Setelah itu klik KIRIM
UNDANGAN atau SEND
INVITATION maka undangan akan

terkirim kesemua teman anda


 http://www.trik-gue.co.cc

Persija Sampe Mati


Ditulis Oleh Bung Ferry
Monday, 01 March 2010
Life Style... atau Gaya Hidup. Itulah kata yg gw kumandangkan ketika disuruh orasi dalam rangka pemilihan Ketua Umum the Jakmania periode 2001-2003. Gw pengen atribut dan merchandise Persija dan the Jakmania jadi pilihan masyarakat Jakarta tuk dipake bepergian kemanapun, acara apapun, dan kegiatan yg kaya gimanapun. Gw pengen atribut oren sering dipake orang ketika dia lari pagi, mo pergi berenang, jalan2 ke mall, berkunjung ke pacar, kerja, sekolah, kuliah, dll. Atribut itu kan bisa kaos, topi, pin, jaket, baju, gelang, sepatu, sendal, stiker, kupluk, jas ujan, dan masih banyak lagi. Setelah gw terpilih, gw langsung wujudin kata2 gw itu dengan rajin bikin kaos2 Persija dan the Jakmania. Waktu itu memang belum banyak yg bikin, paling2 pedagang kaki lima yg asalnya justru dari Jawa Barat.
Nah, ketika gw pergi ke Bekasi kemaren, gw liat fenomena itu bener2 udah terwujud, bahkan lebih. Banyak sekali gw liat sekelompok bocah2 receh (usia 15 taon kebawah) jalan kaki dengan menggunakan seragam oren bertuliskan Persija atau the Jakmania. Komeng, Korwil Bekasi juga bilang ke gw, kalo di Bekasi budayanya emang kaya gitu. Gw liat dengan mata kepala sendiri kalo kelompok2 bocah receh itu ga cuma sekali, tapi banyak kelompok dan tersebar hampir diseluruh kota dan kabupaten Bekasi. Luar biasa kan. Padahal Bekasi itu Jawa Barat loh.

Sejenak gw bangga dengan fenomena ini. Ya, sejenak. Ketika Komeng cerita kalo kelompok2 bocah itu juga tidak jarang berbenturan dengan kelompok yg merupakan pendukung dari klub lain, gw jadi kaget dan berpikir.... sebetulnya mereka pake kaos itu, jalan2 keliling berame-rame, untuk apa? Bangga sebagai pendukung Persija, atau karena ingin perang dengan kelompok lain?

Pikiran gw jadi melayang ke Senayan. Setiap pertandingan Persija, banyak sekali rombongan yg ga msuk ke dalem. Mereka cuma nongkrong2 di depan. Entah nunggu jebolan, atau emang ga niat nonton. Ga sedikit di antara mereka yg maen kartu (entah judi atau enggak), ada yg cuma nyanyi2 di atas bis, ada yg jalan2 keliling nyari kaos, ada yg pacaran, ada yg nyari jodoh, ah pokoknya macem2 lah. Kalo dipikir ngapain mereka jauh2 dateng kalo cuman gitu doang? Banyak diantara mereka yg dateng jauh2 dari kediamannya, dan ga sedikit yg dateng dengan melewati wilayah2 konflik sehingga harus turun dulu dari bis tuk tawuran. TAWURAN... ya kata itu yg jadi momok di setiap pertandingan Persija. Entah itu perkelahian dengan musuh, lawan masyarakat setempat, atau bahkan sesama orang oren. Kalo begini, gw jadi bertanya....SEBETULNYA GAYA HIDUP APA YG SEKARANG MELANDA KITA? Gaya Hidup dengan atribut oren yg gw sebut di atas, atau gaya hidup tawuran?????

Sedikit banyak ada rasa bersalah dalam diri gw. Kenapa ya dulu gw kumandangkan kata PERSIJA SAMPE MATI. Padahal sejarah kata2 itu keluar ketika gw diwawancara oleh salah satu media cetak, dan juga sempat direkam oleh Andi Bachtiar Yusuf yang kemudian dijadikan salah satu bagian dari film pertamanya yg berjudul THE JAK. Gw ditanya ... sampe kapan sih dukung Persija? Ya gw jawab... sampe mati. Kata2 ini yg jadi judul artikel di majalah MTV Trax yang wawancara gw. Majalahnya sendiri juga masih gw simpen ampe sekarang.

Tapi sayang, gw liat kata2 itu salah diartikan oleh mayoritas Persija Lovers sekarang. Mereka mengartikan dengan rela berkorban nyawa dengan bertempur lawan siapapun yg menghadang. Mereka sepertinya bangga kalo dateng ke Senayan dengan bertempur dulu. Mereka makin bangga kalo ada korban yg jatuh di kedua belah pihak. Mereka bangga dan cerita terus di Senayan hingga lupa masuk ke dalam stadion. Mereka lebih bangga pada diri mereka yg begitu militan daripada bangga melihat Persija bertanding. Ah, miris gw......

Wahai the Jakers sebangsa dan setanah air..... Urusan nyawa adalah tanggung jawab kita pada ALLAH. Kita semua dikasi jasad yg begitu sempurna. Kita dllengkapi dengan anggota tubuh yg memudahkan kita tuk menjalani hidup ini. Lalu apa tanggung jawab kita ketika nyawa meninggalkan jasadnya? Apa kita cuma akan bilang... ya ALLAH... aku kembali padamu karena aku berperang melawan manusia ciptaanmu juga. Banyak rekan yg mendahului kita. Tapi apa kita tau? Apa sebenarnya yg diinginkan mereka yg sudah mati? Balas dendam? Hutang nyawa bayar nyawa? Kita tidak akan pernah tau!!! Tapi kita juga jangan SOK TAU!!!

Sekarang tergantung pada kita semua. Bagaimana kita menghormati pengorbanan rekan2 kita. Bagaimana kita menghargai dan menarik hikmah dari pengalamannya. Bagaimana kita menempatkan kematian mereka sebagai sumber inspirasi kita untuk memperbaiki cara2 kita dalam memberikan dukungan pada PERSIJA. Ingat!!! BERANI BUKAN BERARTI MENANTANG!


(Tulisan ini gw buat sebagai rasa hormat gw yg sebesarnya pada Ucok the Jak CIkarang, Fathul Mulyadi the Jak Ragunan dan masih banyak lagi sodare-sodare yang sudah mendahului kite)

Video Pondok Aren






Sergei & Pape Resmi ke Persija


Striker asal Kamerun Emalue Sergei dan Stoper Toure Papa Abdoe asal Senegal telah resmi bergabung di Persija, kedua pemain ini telah menandatangani kontrak pada hari Sabtu 27 Februari 2010 pukul 15.00 bertempat di Mess Persija - Ragunan Jakarta Selatan dan langsung ditindak lanjuti oleh pihak Manajemen Persija yang langsung mendaftarkan kedua pemain ini ke kantor Badan Liga Indonesia (BLI) pada hari Minggu siang, 28 Februari 2010 pukul 14.00, pendaftaran kedua pemain anyar ini dilakukan langsung oleh Assisten Manager Persija, Bung Ferry Indrasjarief.
Dengan demikian baik Emalue Sergei maupun Toure Papa Abdou (Pape) kini telah bisa diturunkan untuk menambah kekuatan team Persija pada partai lanjutan ISL 2009/2010 saat Persija dijamu oleh team sekota Persitara Jakarta Utara pada hari Minggu, 7 Maret 2010 nantinya.

Informasi yang dihimpun oleh Jak Online (JO), Emalue Sergei nantinya akan mengenakan kostum bernomor punggung #10 (Dulu dikenakan oleh Greg Nwokolo) dan Toure Papa Abdou (Pape) akan menggunakan nomor punggung #2 di jerseynya.
Bagi rekan-rekan Jak Onliners yang ingin menyaksikan secara lebih dekat performance terkini kedua pemain anyar asing Persija ini (Sergei & Pape) dapat hadir di Latihan Persija pada hari Senin sore ini, 1 Maret 2010 pukul 16.00 bertempat di Lapangan GOR Ragunan, Jakarta Selatan sekaligus memberikan support bagi team Persija yang akan berlatih sore ini.(OB)

Pengumuman


Jakmania di mana kau berada semuanya gue dapat kbar dari aremania karawang.katanya anak2 viking karawang lgi rapat buat tgl 7,10,13,n 16 maret.kabarnya mereka ingin menghancurkan the jak dengan beratribut orenz,, w mohon berhati2 untuk kalian karna mereka propokator, jakmania jangan terpecah belah,,